Selasa, 03 Juli 2012

Agar Rejeki Menjadi Mudah dan Berkah

Kalau disebut kata rejeki biasanya kita memahami dalam hal-hal materi saja lebih khususnya adalah uang akan tetapi kalau kita renungkan rejeki itu bisa berupa macam-macam. Kesehatan, istri yang shalihah, anak yang shalih & shalihah , teman yang baik itu semua adalah rejeki yang diberikan Allah kepada kita semua.  
Kemudian  pemahaman kita tentang kaya  itu adalah orang yang banyak duitnya, punya mobil mewah, rumahnya megah dan lain sebagainya, akan tetapi orang kaya yg mana bahasa arabnya adalah Ghaniy artinya adalah orang yang tidak membutuhkan dalam artian orang yang merasa cukup dengan pemberian Allah.
Ada beberapa hal yang Allah perintahkan kepada kita guna dimudahkan rejeki dan diberkahi. Disamping usaha secara dhahir atau bekerja maka ada beberapa usaha secara batin atau wasa’il batiniyah. Diantaranya adalah   

1. Taqwa

Mari kita simak firman Allah berikut

وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَ يَرْزُقُهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبْ (الطلاق)

 “Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. (Athalak 2-3) 

           Dalam ayat ini ada dua hal yang dijanjikan oleh Allah yang pertama akan diberikan jalan keluar yang kedua diberi rejeki tanpa disangka-sangka. sebaliknya orang yang tidak bertaqwa akan selalu diberikan masalah yang sulit& akan di cegah keberkahan rejekinya sampai betul-betul insyaf dari kesalahanya dan kembali melanggengkan keta’atan kepada Allah swt.

2. Istighfar dan Taubat

Coba kita renungkan firman Allah dalam surat Nuh

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا (12)
maka aku katakan kepada mereka: "Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat,. dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai…(Nuh 10-12)

Ayat ini sebetulnya ada korelasinya dengan ayat AThalaq tadi jika tadi orang yang tidak bertaqwa akan di berikan masalah dan dicegah rejekinya maka ketika beristighfar dan bertaubat maka Allah akan membuka kembali pintu rejekinya. Sayid Qutub berkata : Allah menyandingkan kata rejeki dengan istighfar ini banyak ayat dalam Al-Qur’an.


3. Syukur terhadap nikmat Allah

Hal ini juga telah dijelaskan dalam Al-qur’an

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ)إبراهيم:7(

"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".(Ibrahim :7)

Cara bersyukur ini dilakukan dengan tiga cara yang pertama syukur dengan lisan (Asyukru billisan) dengan mengucapkan kalimat-kalimat yang baik yang mencerminkan rasa syukur kita terhadap Allah swt seperti Alhamdulillahirabbil alamin. Yang kedua sukur dengan hati atau  (Assyukru bilqolb) yaitu dengan meyakini dalam hati bahwa kenikmatan yang diberikan kepada kita apapun bentuk dan jumlahnya berasal dari Allah swt bukan semata-mata kerja keras kita. Kemudian yang ketiga syukur dengan anggota badan atau (Asyukru bil jawarih) yaitu bersyukur dengan anggota badan dalam arti menggunakan kenikmatan-kenikmatan yang diberi Allah swt dalam rangka melakukan ketaatan atau ketika diberi rejeki semakin melakukan keta’atan kepadaNya.

4. Ikhraju Shodaqoh  (Mengeluarkan sedekah)

Adapun dalam al-quran yang menyatakan bahwa dengan sedekah akan melipatgandakan rejeki kita sangat banyak sekali diantaranya,

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ (سبأ : 39)

Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya” (saba’ : 39)

Dalam ayat lain  Allah berfirman
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”.(Al-Baqarah : 261)

Rasul menegaskan kembali : “مَا نَقَصَتْ صَدَقَة مِنْ مَاٍل  sedekah dengan harta tidak akan menambah rejeki berkurang.


5. Sholat Dhuha
Salah satu hadist Rasul yang menjelaskan hal ini,

إِنَّ الله يَقُوْلُ : يَا ابْنَ اَدَمَ اَكْفِنِي أَوَّلَ نَهَارِكَ بِأَرْبَعِ رَكَعَاتٍ أَكْفِكَ أَخِرَهُ ( الترميذي)

”Rosulullah SAW bersabda: ”Allah berfirman, wahai anak adam,janganlah sekali- kali engkau malas melakukan sholat 4 rakaat pada pagi hari (sholat dhuha) karena akan kucukupi kebutuhanmu hingga sore hari”(HR.Tirmidzi)
Dalam hadist muslim juga telah dijelaskan, Rasulullah saw bersabda: “Setiap pagi setiap persendian salah seorang diantara kalian harus (membayar) sadhaqah, maka setiap tasbih adalah sadhaqah, setiap tahmid adalah sadhaqah, setiap tahlil adalah sadhaqah, setiap takbir adalah sadhaqah, amar ma’ruf adalah sadhaqah, mencegah kemungkaran adalah sadhaqah, tetapi dua raka’at dhuha sudah mencukupi semua hal tersebut” (HR Muslim).

6. Membantu hajatnya orang lain

Sebagaimana sabda Rasulullah saw,

مَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيْهِ كَانَ اللهُ فِي حَاجَتِهِ (مسلم )
“Barang siapa yang membantu hajat saudaranya maka Allah akan membantu hajatnya”

Dalam hadist lain,

  وَمَنْ يَسر على معسر يسر الله عليه في الدنيا و الأخرة ، و الله في عون العبد ماكان العبد في عون أخيه (متفق عليه)
“Dan barang siapa memudahkan memudahkan orang yang susah maka akan dimudahkan oleh Allah di dunia dan akherat, dan Allah akan menaungi seseorang hamba yang selalu memberi naungan kepada saudaranya.


 7. Menikah dan beranak-pinak

Hal ini sudah dijelaskan dalam Al-qur’an,

وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ (النور: 32)

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (Annur: 32)

Kemudian rejeki akan semakin bertambah disaat memiliki keturunan, sebagaimana janji Allah swt.

“janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan.  Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka  (Al-An’am : 151 )

8. berahlaq baik

Setiap akhlaq yang baik akan melahirkan sesuatu yang baik atau bisa disebut dengan rejeki. Contoh akhlak yang baik seperti Shidiq (Jujur ) Orang yang jujur itu memang dalam jangka pendek menyengsarakan, akan tetapi dalam jangka panjang kalau dia bersabar akan mendapatkan rejeki yang berlimpah daripada orang yang tidak jujur. Sebagai contoh seorang pegawai yang jujur maka dia akan mendapat kepercayaan dari atasanya kemudian dinaikkan pangkatnya ditambah gajinya. Sebaliknya seorang pegawai yang tidak jujur dalam jangka pendek dia bisa mendapatkan banyak uang karena ketidak jujuranya dengan menipu dan mencuri akan tetapi pasti suatu saat akan tercium kelakuanya tersebut yang akhirnya bisa diberhentikan dari jabatanya atau dipecat. Disamping jujur contoh yang lain yaitu amanah (bisa dipercaya) tidak pernah berkhianat terhadap amanat yang diberikan kepadanya tapi sebaliknya dia akan menjalankan amanah tersebut dengan maksimal. Dengan demikian dia akan selalu dipercaya oleh orang lain, dan tidak mudah untuk memnbangun kepercayaan itu. Contoh yang lain seperti  Sabar dalam arti tidak mudah menyerah, ulet dan tekun seperti sebuah kata mutiara “Maan tsabat nabat” barang siapa yang sabar/tegar maka ia akan berkembang.

9. Silaturahim
Amalan ini sangat dianjurkan oleh Rasulullah dan memiliki fadhilah melapangkan rejeki, beliau bersabda,
مَنْ اَحَبَّ اَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ وَاَنْ يُنْسَاَ لَهُ فِى اَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ ( مسلم)
Barang siapa yang senang untuk dilapangkan rejekinya dan dilapanjangkan umurnya maka hendaklah dia menyambung tali silatu rahim (HR. Muslim)
Karena dalam silatu rahmi ini akan saling berkenalan, bertukar informasi, saling berintraksi. Dengan demikian pastilah ada pengalaman yang bisa saling diberikan, ada tambahan ilmu dan persaudaraan. yang ini semua adalah salah satu bentuk dari rejeki.  


10. bersungguh-sungguh dalam berdo’a

Doa ibarat senjata bagi orang muslim, seseorang yang menginginkan dimudahkanya rejeki maka jurus yang terakhir adalah berdo’a dengan sungguh-sungguh, dalam keadaan apapun baik berdiri, duduk atau terlentang. Dalam sebuah hadist di jelaskan,

إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الُملَحِّينَ فيِ الدُّعاَءِ (البيهقي)

“Sesungguhnya Allah mencintai orang yang mati-matian dalam berdo’a “

Dalam hadist lain juga Rasul telah bersabda,

إِنَّ اللهَ حَيّ كَرِيْمٌ يَسْتَحْيِ إِذَا رَفَعَ الرَّجُلُ إِلَيْهِ يَدَيْهِ أَنْ يَرُدَّهُمَّا صِفْرا خَائِبَتَيْنِ ( الترميذي)

“ Sesungguhnya Allah maha malu dan maha mulia, Dia malu kalau ada seorang hamba yang menggangkat kedua tanganya kemudian Allah menolak permintaan orang tersebut dan tidak member apa-apa “

Selain berdo’a untuk diri sendiri kita berdo’a untuk orang lain, sabda Rasulullah saw,

دُعَاءُ المَرْأِ المُسْلِمِ مُسْتَجَابٌ لِأَخِيْهِ بِظَهْرِ اْلغَيْبِ............(مسلم)

“Do’anya saudara muslim untuk saudaranya muslim tanpa sepengetahuanya sangat mustajab..”

Kemudian dijelaskan pula bahwa ketika kita mendoakan orang lain tanpa sepengetahuanya maka malaikat akan berkata kepadanya “ amin dan bagimu seperti apa yang kamu pintakan untuk saudaramu. Kita mendoakan teman kita agar dimudahkan rejekinya maka kita akan dido’akan oleh malaikat seperti itu juga.


Al-Faqier Ila afwi Rabbihi

 Amir fauzi Al-Andunisy

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar